Baik atau Benar

Baik dan Benar

Kenapa saya tertarik membahas lebih detail tentang 2 kata ini karena

Dua kata yang sering kita dengarkan namun ternyata sangat jarang ada yang memahaminya.

Baik - semua orang menginginkan diperlakukan baik namun tidak selalu sebaliknya memperlakukan orang lain selalu baik. Tidak perlu susah-susah mengambil contoh, ingat-ingat ketika anda mengendarai kendaraan di jalan.. hayoo gimana? ngalah 3 detik aja tuh susah... ngalah 1 mobil didepan kita aja beraaatt... bukan begitu ?? Hiihihihi... memang kenyataannya begini...
Atau juga soal duit, kalau lagi kere pengennya tuh dibantuin temen, kalau bisa tanpa diminta ... mengertilah kita ini sedang butuh duit... dikasi pinjam kek.. pasti dibayar kok.. yaelah.. bukan begitu ?? Hahahaha - tapi coba keadaannya dibalik... kita yang sedang ada duit (lebih duit) dan ada temen yang kita tahu sedang susah alias ga punya duit.. will we do the same ?? :) ini kenyataannya.. ya kan..

Contoh lainnya yang lebih mudah dibayangkan. Ketika kamu memiliki adik/ibu yang kelaparan atau sakit dan butuh makanan atau obat saat itu juga... sementara pada saat itu tidak ada uang sama sekali untuk membeli makanan atau obat. Lalu didepan kamu ada toko roti atau toko obat yang kebetulan tidak ada penjaganya. Apa yang akan kamu lakukan? Apakah itu baik? Baik untuk siapa ? dan buruk untuk siapa?

Jadi kalau disimpulkan Baik itu adalah bagaimana kita ingin diperlakukan dan bagaimana orang yang kita sayang selayaknya diperlakukan. Kita bicara PERASAAN - HATI - EMPATI - SIMPATI.

Nah lalu bagaimana dengan Benar ?

Benar - selalu bicara tentang LOGIKA - PERATURAN - STANDARD sehingga sangat berbeda dengan Baik.
Kita ambil contoh yang sama tentang adik/ibu yang lapar atau sakit tadi. Maka apapun yang km lakukan jika itu bertentangan dengan Peraturan maka tindakanmu adalah Tidak Benar dan sepantasnya dihukum. 

Contoh lain yang paling sering kita jumpai adalah tentang hubungan atasan dan bawahannya sering kali terjadi perselisihan yang membingungkan bagi beberapa orang karena tidak bisa membedakan atasannya sedang bicara dengan jalur "Baik" atau jalur "benar". Pengalaman saya seorang atasan cenderung dan seharusnya menggunakan jalur "benar" karena ketika mengambil keputusan, seorang atasan harus jelas nanat nunutnya.. tidak boleh memakai pertimbangan perasaan, bahwa ada unsur simpati dan empati yaa kita manusia, tetapi yang diutamakan adalah Peraturan atau Logika.

Semoga setelah kamu membaca artikel ini menjadi tidak bingung yaa..

Let's talk more anytime... feel free to contact me..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polikitik Kitik Kitik

Daily Quote

Untuk Kita - Para Suami / Ayah / Tulang Punggung Keluarga